JAKARTA - Transformasi bisnis emas nasional memasuki babak baru seiring langkah strategis yang disiapkan PT Pegadaian untuk memperkuat lini bullion pada 2026.
Perusahaan pelat merah ini tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, tetapi juga memperluas ekosistem emas melalui inovasi teknologi, integrasi layanan, hingga penjajakan pasar global.
Arah kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan yang sudah terlihat sepanjang tahun sebelumnya.
PT Pegadaian akan menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja bisnis bullion pada tahun 2026. Fokus utama perseroan terletak pada penguatan fondasi digital dan perluasan jaringan layanan guna menjawab tingginya minat masyarakat terhadap produk emas.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, pihaknya akan menerapkan peningkatan kapabilitas teknologi, salah satunya optimalisasi fitur pada aplikasi Pegadaian Digital.
"Ditambah mengoptimalkan integrasi layanan melalui platform, seperti Tring, untuk memperluas akses dan mempermudah transaksi emas secara end to end," ungkap.
Optimalisasi Teknologi dan Integrasi Platform
Penguatan teknologi menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi 2026. Optimalisasi fitur pada Pegadaian Digital diharapkan mampu memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi bagi nasabah.
Transformasi digital ini juga menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan tanpa bergantung sepenuhnya pada kantor cabang fisik.
Integrasi layanan melalui platform seperti Tring memungkinkan proses transaksi emas berjalan secara menyeluruh, mulai dari pembelian, penyimpanan, hingga penjualan kembali. Skema end to end ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Dengan memanfaatkan ekosistem digital, Pegadaian menargetkan peningkatan volume transaksi sekaligus memperkuat loyalitas nasabah. Kemudahan akses diyakini akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan bisnis bullion secara berkelanjutan.
Penjajakan Pasar Global dan Kolaborasi Internasional
Selain fokus domestik, Ferdian menyampaikan, Pegadaian juga mulai melakukan penjajakan dan tapping ke pasar global guna membuka peluang kolaborasi bullion internasional, memperluas likuiditas, serta memperkuat positioning Pegadaian dalam rantai pasok emas yang lebih luas.
Langkah ekspansi ini menunjukkan ambisi Pegadaian untuk tidak hanya menjadi pemain nasional, tetapi juga memiliki konektivitas dalam jaringan bullion global. Kolaborasi lintas negara dinilai dapat memperluas sumber likuiditas dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika harga emas dunia.
Strategi ini juga membuka peluang sinergi dengan pelaku industri emas internasional, baik dalam aspek perdagangan, penyimpanan, maupun pengelolaan cadangan emas. Dengan positioning yang lebih kuat, Pegadaian diharapkan mampu memainkan peran yang lebih strategis dalam ekosistem emas regional.
Penguatan Ekosistem Emas Nasional
"Perusahaan juga berfokus memperkuat posisi Pegadaian sebagai gold ecosystem leader di Indonesia, dengan mendorong peningkatan deposito emas, ekspansi tabungan emas, serta penguatan layanan bullion untuk segmen ritel dan korporasi," tuturnya.
Fokus pada penguatan ekosistem emas mencakup berbagai lini produk. Deposito emas dan tabungan emas menjadi instrumen yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan investasi masyarakat. Di sisi lain, layanan bullion untuk segmen korporasi juga diperluas guna menangkap potensi pasar yang lebih besar.
Untuk tahun ini, Ferdian mengatakan Pegadaian menargetkan bisnis bullion bisa tumbuh secara signifikan, baik dari sisi volume kelolaan maupun transaksi penjualan. Target tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan positif yang telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir.
Kinerja Solid dan Minat Masyarakat Tinggi
Berdasarkan data terakhir, dia bilang bisnis bullion Pegadaian menunjukkan pertumbuhan yang solid. Adapun total deposito emas tercatat mencapai 2,3 ton, tabungan emas sebesar 18,7 ton, serta jasa titipan emas korporasi sebesar 3,5 ton per akhir 2025.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa produk emas Pegadaian semakin diterima luas oleh masyarakat dan pelaku usaha. Peningkatan volume kelolaan mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap keamanan dan kemudahan layanan yang ditawarkan.
Pada Januari 2026 saja, penjualan cicil emas Pegadaian mencapai hampir 2 ton (omzet). Ferdian menilai hal tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk emas Pegadaian baik sebagai instrumen investasi maupun lindung nilai.
Minat yang tinggi terhadap cicil emas menunjukkan bahwa masyarakat memandang emas sebagai aset yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi. Skema cicilan juga memberikan akses lebih luas bagi berbagai lapisan masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap.
Sebagai informasi, Pegadaian sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan bisnis bullion per 23 Desember 2024. Izin tersebut menjadi landasan hukum sekaligus penguat legitimasi bagi Pegadaian dalam mengembangkan bisnis bullion secara lebih agresif.
Dengan kombinasi strategi digitalisasi, ekspansi global, serta penguatan ekosistem nasional, Pegadaian optimistis dapat mendorong kinerja bisnis bullion sepanjang 2026.
Dukungan regulasi dan tingginya minat masyarakat menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperkokoh posisinya sebagai pemimpin ekosistem emas di Indonesia.