Stok Ikan

KKP Pastikan Stok Ikan Aman Selama Ramadhan Hingga Idul Fitri 2026

KKP Pastikan Stok Ikan Aman Selama Ramadhan Hingga Idul Fitri 2026
KKP Pastikan Stok Ikan Aman Selama Ramadhan Hingga Idul Fitri 2026

JAKARTA - Pemerintah menegaskan stok ikan di seluruh Indonesia aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. 

Meskipun awal tahun produksi sempat tertekan akibat cuaca ekstrem, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pasokan ikan tetap stabil. Langkah ini penting agar masyarakat dapat menikmati bahan pangan laut yang segar dan harga terjangkau di bulan puasa dan perayaan Idul Fitri.

Direktur Kepelabuhanan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ady Candra, menyampaikan bahwa produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton. 

Angka ini sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya, terutama karena pengaruh musim barat yang membawa curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang besar.

Produksi Perikanan Tertekan Cuaca Ekstrem Awal Tahun

Ady menjelaskan, kondisi cuaca pada Januari hingga Maret 2026 menghambat aktivitas penangkapan ikan. Gelombang tinggi dan hujan deras membuat kapal nelayan harus membatasi pelayaran sehingga volume tangkapan menurun sementara.

“Terkait dengan ketersediaan stok di sektor hulu perikanan tangkap sampai Maret 2026 ini, prognosis kita sekitar 7,3 juta ton. Ini sedikit turun karena pola musim dan gangguan cuaca,” ujar Ady Candra.

Meski ada penurunan musiman, pola ini terjadi setiap tahun dan tidak mengganggu kestabilan pasokan secara nasional. Pemerintah memastikan langkah antisipatif agar rantai pasok ikan tetap lancar menjelang bulan Ramadan.

Produksi Diprediksi Meningkat Menjelang Idul Fitri

KKP memperkirakan produksi akan meningkat pada awal Maret 2026 seiring membaiknya kondisi cuaca. Selain itu, menjelang Idul Fitri, kapal-kapal nelayan di pantai utara Jawa (Pantura) biasanya kembali melaut lebih intensif, sehingga menambah volume tangkapan ikan.

“Diproyeksikan awal Maret akan mulai meningkat. Menjelang Idul Fitri, kapal-kapal di Pantura kembali melaut sehingga mendorong produksi sektor perikanan tangkap. Ini pola musim yang terjadi setiap tahunnya,” jelas Ady Candra.

Kenaikan pasokan ini diharapkan menjaga harga tetap stabil meski permintaan meningkat saat bulan puasa dan perayaan Lebaran. Konsumen dapat membeli ikan segar tanpa khawatir terjadi kelangkaan.

Harga Ikan Secara Nasional Relatif Stabil

Dari sisi harga, sebagian besar komoditas utama menunjukkan stabilitas. Ikan cakalang sempat naik di beberapa wilayah Sulawesi, tetapi secara nasional masih terkendali. Cumi mengalami kenaikan harga di Jakarta dan Jawa Tengah, sementara daerah lain relatif stabil.

Ikan kakap tercatat dominan stabil, dengan kenaikan harga terbatas di Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Jakarta. Tongkol naik di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara. Tuna tetap stabil secara nasional, hanya mengalami kenaikan di Sulawesi Utara karena konsumsi lokal tinggi.

Stabilitas harga ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memberi kepastian bagi pelaku usaha perikanan dan pasar tradisional.

Produksi Ikan Terbesar dan Terkecil di Indonesia

Berdasarkan volume produksi, Jawa Tengah menjadi daerah penghasil ikan terbesar dengan 40.490 ton. Posisi berikutnya adalah DKI Jakarta 26.471 ton, Jawa Timur 20.737 ton, Sulawesi Utara 11.501 ton, dan Bali 10.189 ton.

Di sisi lain, produksi terkecil terjadi di Bengkulu 8 ton, Jambi 11 ton, Papua Barat 75 ton, Sumatera Selatan 96 ton, dan Sulawesi Barat hanya 1 ton. Kondisi ini menunjukkan distribusi hasil tangkapan ikan tidak merata, sehingga penyaluran dan logistik menjadi perhatian KKP.

Dari sisi harga produsen, rata-rata tertinggi tercatat di Maluku Rp69.884 per kilogram, Papua Barat Rp68.879, Sulawesi Utara Rp62.690, DKI Jakarta Rp55.333, dan Sumatera Selatan Rp39.156. Sementara harga terendah di Banten Rp360 per kilogram, Jambi Rp1.336, Kalimantan Timur Rp1.798, Kalimantan Tengah Rp2.441, dan Kepulauan Riau Rp4.200.

Kesiapan Pemerintah Menjamin Pasokan Pangan Laut

Ketersediaan stok ikan yang aman menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengonsumsi protein laut berkualitas, terutama saat kebutuhan meningkat pada Ramadhan dan Idul Fitri. Selain pengawasan produksi, KKP juga mengoptimalkan distribusi agar harga stabil dan stok tersebar merata.

Pemerintah terus memantau cuaca, volume tangkapan, dan harga ikan untuk mengantisipasi fluktuasi. Dengan proyeksi 7,3 juta ton hingga Maret 2026, masyarakat di seluruh Indonesia diharapkan tetap menikmati ikan segar dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga kelangsungan usaha nelayan dan ekonomi perikanan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index