Ekspansi Primaya Hospital 2026 Ditargetkan Jangkau Pasien Lebih Luas

Jumat, 06 Maret 2026 | 15:35:23 WIB
Ekspansi Primaya Hospital 2026 Ditargetkan Jangkau Pasien Lebih Luas

JAKARTA - Primaya Hospital Group (PRAY) menegaskan ekspansi sebagai strategi utama untuk menyehatkan kinerja keuangan dan memperluas layanan kesehatan. 

Alih-alih hanya fokus pada kota-kota besar, perseroan menempatkan prioritas pada wilayah strategis, baik di Jawa maupun luar Jawa, dengan tujuan menjangkau lebih banyak pasien dan meningkatkan daya saing. 

Tahun 2026 menjadi tahun penting bagi Primaya dengan rencana pembukaan beberapa cabang baru dan revitalisasi fasilitas eksisting.

Pendekatan ini tidak hanya soal menambah jumlah rumah sakit, tetapi juga memperkuat kualitas layanan, meningkatkan fasilitas medis, dan membangun kerja sama internasional yang relevan untuk kebutuhan pasien, termasuk layanan kemoterapi. 

Fokus Primaya bukan sekadar memperbesar jaringan, tetapi memastikan setiap langkah ekspansi memberikan dampak nyata bagi kinerja operasional dan pengalaman pasien.

Ekspansi Rumah Sakit Baru

Direktur Utama Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, mengungkapkan bahwa tahun ini perseroan menambah dua cabang rumah sakit baru. 

RS Primaya Kelapa Gading telah diresmikan pada Januari 2026, sementara Primaya ke-21 akan dibangun di BSD, Tangerang, dengan skala pembangunan cukup besar dan diperkirakan rampung akhir tahun.

Selain itu, perseroan juga menyiapkan beberapa rumah sakit lain yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Untuk wilayah luar Jawa, Primaya mulai mengembangkan cabang di Medan dan Makassar. 

Leona menegaskan, “Kami tidak melulu di Jawa. Primaya sendiri dimulai dari pinggiran Jakarta. Kami baru mulai masuk ke Jakarta.”

Hingga kini, Primaya memiliki empat cabang di Jakarta, yakni PGI Cikini, Evasari, Ukrida, dan Kelapa Gading, dengan rencana penambahan dua cabang lagi di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Secara keseluruhan, jumlah cabang kini mencapai 20, dan pihaknya menargetkan memiliki 30 rumah sakit dalam 4-5 tahun mendatang.

Revitalisasi Fasilitas dan Layanan

Tidak hanya menambah jumlah, Primaya juga berfokus pada peningkatan kualitas fasilitas. Contohnya, revitalisasi gedung Primaya PGI Cikini yang sedang berjalan diubah menjadi gedung tinggi modern, bukan pembangunan rumah sakit baru, tetapi dengan tampilan dan fasilitas yang lebih mutakhir.

Dari sisi layanan, Primaya memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan Singapura, khususnya dalam penyediaan layanan kemoterapi di cabang Kelapa Gading. Langkah ini sejalan dengan masuknya investasi dari Government of Singapore Investment Corporation (GIC), yang memilih Primaya sebagai perusahaan representatif untuk industri kesehatan di Indonesia. Leona menyatakan, “Kami sangat bangga karena dipercaya. Kami berharap bisa meningkatkan daya saing kami.”

Selain revitalisasi gedung, belanja modal sebesar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun dialokasikan untuk pengembangan rumah sakit baru, pembelian peralatan medis terbaru, dan peningkatan fasilitas di cabang-cabang Primaya. 

Perseroan menilai belanja modal besar diperlukan karena persaingan industri rumah sakit semakin ketat dengan fasilitas modern yang terus bermunculan.

Strategi Keuangan dan Pertumbuhan

Primaya menyiapkan strategi untuk mendukung pertumbuhan pendapatan sekitar 20% dan laba 25% pada 2026. Penambahan cabang baru, revitalisasi fasilitas, dan modernisasi peralatan medis menjadi faktor utama yang diyakini dapat mendorong kinerja finansial.

Selain itu, kerja sama dengan investor internasional, termasuk GIC, memberikan suntikan modal sekaligus menambah kredibilitas. Strategi ini juga memungkinkan Primaya memanfaatkan praktik manajemen internasional dan teknologi terkini untuk layanan medis, termasuk pemantauan pasien dan operasional rumah sakit.

Perseroan memandang bahwa ekspansi harus seiring dengan kualitas layanan agar reputasi Primaya terus meningkat. Tidak hanya dari jumlah pasien, tetapi juga dari kepuasan dan pengalaman medis, sehingga menjadi rumah sakit pilihan di wilayah-wilayah baru.

Fokus pada Layanan Berkualitas

Primaya terus meningkatkan layanan untuk mendukung berbagai kebutuhan pasien, mulai dari pelayanan rawat inap, poliklinik, hingga layanan spesialis seperti kemoterapi. Pengembangan kerja sama internasional juga diharapkan menghadirkan standar layanan medis global, sekaligus menambah kepercayaan pasien terhadap fasilitas Primaya.

Selain itu, revitalisasi gedung dan peralatan medis modern menjamin kualitas layanan di setiap cabang. Pendekatan ini memastikan Primaya tidak hanya menambah jumlah rumah sakit, tetapi juga meningkatkan pengalaman pasien, mempercepat proses diagnosis, dan memperluas jangkauan layanan medis bagi masyarakat.

Dengan strategi ini, Primaya menggabungkan pertumbuhan kuantitatif dan kualitas layanan, sehingga ekspansi jaringan rumah sakit sejalan dengan peningkatan kepuasan pasien. Fokus ini menjadikan Primaya Hospital Group sebagai salah satu pemain kunci dalam industri kesehatan nasional.

Masa Depan Primaya Hospital

Primaya menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui ekspansi, inovasi layanan, dan kerja sama strategis. Belanja modal yang cukup besar, revitalisasi fasilitas, serta fokus pada layanan berkualitas menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba.

Dengan total 30 cabang dalam 4-5 tahun ke depan, Primaya berupaya merata di berbagai wilayah strategis Indonesia. Langkah ini menunjukkan bahwa ekspansi bukan hanya soal jumlah, tetapi tentang kualitas, aksesibilitas, dan peningkatan pengalaman pasien. 

Perseroan optimistis strategi ini akan menyehatkan kinerja keuangan sekaligus meningkatkan peran Primaya dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.

Terkini