Angkutan Lebaran 2026 Jasa Raharja Optimalkan Layanan Perlindungan Publik

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:15:39 WIB
Angkutan Lebaran 2026 Jasa Raharja Optimalkan Layanan Perlindungan Publik

JAKARTA - Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H, perhatian pemerintah tertuju pada kesiapan seluruh unsur transportasi nasional. 

Dalam konteks itu, Jasa Raharja menegaskan komitmennya menghadirkan skema perlindungan terintegrasi guna mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026.

Langkah tersebut dipaparkan dalam forum resmi yang mempertemukan regulator, operator, hingga aparat keamanan untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, tertib, dan selamat selama periode mudik dan arus balik.

Paparan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang digelar Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Keterlibatan BUMN itu menjadi bagian dari dukungan terhadap kesiapan transportasi nasional sekaligus perlindungan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Koordinasi Nasional Persiapan Angkutan Lebaran 2026

Rapat koordinasi dipimpin langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan dihadiri kementerian serta lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga pimpinan BUMN sektor transportasi dan infrastruktur. 

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin hadir memastikan dukungan perlindungan dasar berjalan sejalan dengan kebijakan nasional pelayanan publik.

Dalam arahannya, Dudy menekankan pentingnya kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum masa Angkutan Lebaran dimulai. 

“Saya ingin kita memperhatikan bersama aspek-aspek teknis dari moda transportasi yang akan digunakan. Kita pastikan tidak ada yang terlewat berkaitan dengan persiapan teknis, sehingga seluruh moda transportasi benar-benar berkeselamatan,” ujar Dudy.

Ia juga meminta para pemangku kepentingan mengantisipasi lonjakan penumpang. Maskapai diminta menyiapkan penerbangan tambahan jika diperlukan, mengingat tren pemesanan tiket yang mulai meningkat. 

Selain itu, Pelindo diingatkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di area penampungan kendaraan, terutama setelah pengalaman kepadatan pada periode Nataru 2025–2026.

“Kita ingin pelaksanaan Angkutan Lebaran berjalan tertib sesuai komitmen bersama. Koordinasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi faktor penting agar tidak terjadi gangguan yang berdampak pada kelancaran dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Kesiapan Terintegrasi Jasa Raharja Dari Pra Hingga Arus Balik

Sementara itu, Muhammad Awaluddin menyampaikan kesiapan Jasa Raharja dilakukan secara menyeluruh sejak pra-mudik, masa arus mudik, hingga arus balik Idulfitri 2026.

“Kami dari Jasa Raharja tahun ini melakukan kesiapan yang terintegrasi, baik menjelang arus mudik, saat arus mudik, maupun arus balik. Bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya, kami telah melakukan survei jalur serta pemetaan titik rawan kecelakaan,” kata Awaluddin.

Ia menjelaskan, petugas Jasa Raharja di 63 cabang dan 29 kantor wilayah turut melakukan ramp check bersama Direktorat Lalu Lintas di masing-masing Polda. Kegiatan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Dalam mendukung pengamanan Lebaran, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 pos pelayanan terpadu. Salah satu titik disiapkan di KM 81 yang difungsikan sebagai check point untuk pengecekan kesehatan dan layanan pendukung di luar rest area.

Penguatan Layanan Dan Kolaborasi Dengan Rumah Sakit

Selain penguatan di lapangan, Jasa Raharja mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit untuk memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat. 

Sinergi ini menjadi krusial mengingat volume pergerakan masyarakat saat Lebaran selalu meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja juga memperkuat digitalisasi sistem santunan. Integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit dilakukan guna mempercepat verifikasi serta meminimalkan hambatan administratif bagi korban maupun ahli waris.

Upaya digitalisasi tersebut diarahkan untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih responsif dan transparan. Dengan sistem yang saling terhubung, proses identifikasi korban, validasi data kecelakaan, hingga pencairan santunan dapat diproses secara lebih efisien.

Optimalisasi Zero Pending Claim Untuk Korban Kecelakaan

Komitmen pelayanan itu ditegaskan melalui kebijakan zero pending claim yang kembali dioptimalkan pada periode Angkutan Lebaran tahun ini. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian layanan bagi masyarakat yang terdampak kecelakaan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik.

“Tahun ini kami mengoptimalkan proses zero pending claim, sehingga masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dapat kami layani dengan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan asuransi kecelakaan secara cepat dan transparan,” ujarnya.

Skema terintegrasi yang disiapkan menunjukkan bahwa perlindungan tidak hanya berfokus pada penanganan pascakecelakaan, tetapi juga mencakup langkah preventif. 

Survei jalur, pemetaan titik rawan, ramp check kendaraan, hingga pendirian pos terpadu menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh untuk menekan risiko kecelakaan.

Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, pemerintah berharap Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Peran aktif Jasa Raharja dalam sistem transportasi nasional menjadi salah satu pilar penting untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman.

Sinergi antara regulator, operator, aparat keamanan, serta BUMN pendukung menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini. 

Melalui kesiapan teknis, penguatan layanan, serta komitmen perlindungan dasar, Angkutan Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar tanpa mengesampingkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Terkini